Aquaplaning di Tol Saat Hujan: Kenali Tandanya dan Kendalikan Mobil dengan Tenang
Sebaliknya, tekanan angin yang pas menjaga permukaan ban tetap rata menyentuh jalan, sehingga guratan pembuang air bekerja dengan baik saat melintasi aspal basah.
Tanda Aquaplaning Mulai Terjadi
Aquaplaning jarang datang dengan peringatan panjang. Karena itu hafalkan tiga sinyal berikut agar Anda bisa mengenalinya sedetik lebih cepat.
- Setir mendadak terasa ringan. Respons kemudi seolah hilang karena ban depan tidak lagi menapak.
- Putaran mesin naik tanpa Anda menambah gas. Roda penggerak berputar bebas di atas air.
- Mobil terasa bergeser ke samping. Sensasinya mirip meluncur di lantai licin, dan kadang terdengar cipratan air keras di kolong spakbor.
Yang Dilakukan Saat Mobil Mulai Melayang
Ada satu prinsip yang mengikat semua langkah: jangan memberi masukan baru yang tiba-tiba. Mobil perlu waktu agar ban kembali menapak, dan tugas Anda hanya tidak mengganggunya.
- Angkat kaki dari pedal gas perlahan. Biarkan hambatan angin dan air memperlambat mobil.
- Pegang setir lurus ke depan. Jangan membelokkan ke kiri atau kanan sebelum ban kembali menapak.
- Jangan menginjak rem keras-keras. Roda yang terkunci menghilangkan sisa cengkeraman.
- Setelah setir terasa berat lagi, arahkan mobil bertahap ke lajur aman dan jaga kecepatan tetap rendah.
Untuk pencegahan, matikan cruise control saat hujan lebat dan beri jarak antar kendaraan lebih panjang dari biasanya. Hindari pindah lajur mendadak, karena alur bekas roda kendaraan berat sering menampung air.
Cara Mencegah Bahaya Aquaplaning Mobil di Jalan Basah
Kurangi kecepatan mobil begitu kaca depan mulai tertimpa rintik hujan lebat di jalan tol Bekasi.