Mesin Brebet? Ini Ciri Busi Mobil Mulai Lemah dan Cara Ceknya

icon 4 August 2026
icon Admin

Jika ujung busi berwarna hitam pekat dengan kerak kering, itu tanda campuran bahan bakar terlalu kaya atau busi tidak membakar sempurna. Warna putih atau bercak keputihan menandakan suhu ruang bakar terlalu panas. Warna basah hitam seperti jelaga tebal menandakan oli bocor masuk ruang bakar.

2. Ukur Celah Elektroda

Setiap busi memiliki celah standar antara elektroda tengah dan elektroda masa, biasanya antara 0,7 mm hingga 1,1 mm tergantung spesifikasi pabrikan. Jika celah terlalu lebar akibat aus, tegangan yang dibutuhkan untuk melompatkan api lebih besar, dan koil pengapian bisa kewalahan. Gunakan feeler gauge untuk mengukur. Jika celah melebihi batas toleransi meski ujung busi masih terlihat bagus, busi tetap harus diganti.

3. Ganti Berdasarkan Jarak Tempuh

Cara paling praktis adalah mengikuti jadwal servis. Umumnya busi standar berbahan nikel perlu diganti setiap 20.000 km hingga 30.000 km. Busi iridium atau platinum pada beberapa varian bisa bertahan hingga 60.000 km. Namun, jika mobil sering dipakai di jalan macet dengan stop-and-go atau kualitas BBM buruk, usia pakai busi bisa lebih pendek. Jangan menunggu gejala muncul baru mengganti, terutama jika jarak tempuh sudah mendekati batas.

Sudut Pandang: Jangan Tunda Ganti Busi Meski Komponennya Murah

Busi merupakan komponen servis berkala yang biaya penggantiannya sangat terjangkau. Untuk mobil Suzuki, harga satu set busi standar hanya sekitar seratus ribuan hingga dua ratus ribuan. Namun, efek kerusakan busi yang dibiarkan bisa jauh lebih mahal. Koil pengapian yang terus dipaksa bekerja keras akibat busi aus bisa rusak dan biaya gantinya tiga hingga lima kali lipat dibanding busi.