Bahaya Menggunakan Rem Cakram yang Sudah Tipis

icon 24 March 2025
icon Admin

Rem cakram tipis bisa membahayakan keselamatan saat berkendara. 

Sebagai perangkat yang paling krusial pada mobil, kondisi rem wajib dipantau secara rutin. Jika kondisinya sudah tipis, daya cengkramannya akan berkurang dan harus segera diganti.

Apabila hal ini dibiarkan, risikonya bisa fatal. 

Oleh karena itu, untuk menghindari kemungkinan bahaya, Anda perlu mengenali tanda-tanda rem yang sudah tipis dan cara merawatnya yang benar. 

Penjelasan terkait hal ini bisa Anda temukan dalam artikel berikut. Mari simak!  

Tanda-Tanda Rem Cakram Tipis

Rem yang sudah tipis bisa dikenali tanda-tandanya melalui suara hingga performanya yang menurun. Beginilah penjelasan selengkapnya. 

  • Muncul Suara Decitan

Suara decitan yang muncul saat Anda menginjak rem bisa menjadi pertanda kalau kampas rem sudah menipis. Kondisi itu bisa membuat kampas bergesekan dengan cakram sehingga timbul bunyi decitan tersebut.

  • Performa Rem Menurun

Indikasi berikutnya yang menunjukkan rem cakram tipis adalah adanya penurunan performa. 

Cakram dan kampas rem yang sudah aus biasanya membuat kendaraan tidak mampu mengerem dengan kuat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa membahayakan. 

  • Adanya Goresan Pada Cakram

Ketika Anda melihat goresan yang dalam disertai dengan permukaan cakram yang tidak rata, itu adalah salah satu tanda lainnya cakram sudah tipis dan harus segera diganti.

Risiko Jika Rem Cakram yang Sudah Tipis Tidak Diganti

Rem cakram yang sudah tipis dan tak diganti akan menimbulkan risiko-risiko bahaya seperti berikut ini.

  • Overheating

Pertama, rem yang aus pasti tidak bisa melepaskan panas dari hasil pengereman dengan efisien. Jika ini terjadi, rem menjadi overheat dan bisa sebabkan efektivitas rem hilang sama sekali.

  • Jarak Pengereman Meningkat

Rem cakram tipis tidak dapat mencengkram secara optimal pada cakram sehingga waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk berhenti jadi lebih lama. 

Dengan kata lain, jarak pengereman akan meningkat dan bisa meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bila mengemudi di kecepatan tinggi.

  • Kehilangan Kendali

Ketika kondisi rem tidak responsif, Anda tentu akan kesulitan mengendalikan kendaraan. Ini juga bisa membahayakan bila Anda berada dalam situasi yang membutuhkan pengereman mendadak.

Cara Merawat Rem Cakram agar Lebih Awet

Dengan melakukan hal-hal berikut ini, rem dipercaya akan jadi lebih awet dan tetap dalam kondisi optimal. Inilah penjelasan selengkapnya.

  • Cek Ketebalan Kampas

Biasanya, produsen akan menyarankan penggantian kampas setiap 25.000 km. Tapi, jika Anda melihat tanda-tanda sudah mulai menipis, segera ganti supaya sistem rem tetap bekerja maksimal.

Inilah pentingnya pengecekan berkala karena cepat lambatnya kampas yang menipis pada tiap kendaraan bisa berbeda-beda.

  • Cek Cairan Rem

Untuk menghindari rem cakram tipis, komponen rem harus selalu dilumasi. Ini adalah bagian dari perawatan wajib yang tidak boleh Anda tinggalkan. 

Periksa juga apakah usia pakai dari cairan rem masih bagus kualitasnya. Jika sudah lama, ganti dengan cairan yang baru untuk menjaga komponen rem tetap bekerja dengan baik.

  • Bersihkan Kampas dan Cakram Rem

Tak cukup hanya dengan memberi cairan pelumas, kampas dan cakram rem juga harus dibersihkan. Dua bagian ini selalu bergesekan dengan debu dan kotoran jalanan sehingga perlu dipastikan kebersihannya untuk menghindari menurunnya efektivitas rem.

  • Hindari Pengereman Berlebihan

Pengereman yang terlalu keras dan berlebihan akan menambah beban cakram dan kampas. Bila dilakukan terlalu sering, tentu ini akan merusak komponen. 

Karena itu, usahakan untuk melakukan pengereman secara bertahap jika tidak memerlukan pengereman keras.

Ganti Rem yang Sudah Tipis, Upaya Menjaga Keselamatan Berkendara

Mengganti rem cakram tipis adalah upaya preventif untuk menjaga keselamatan diri saat berkendara. Pemeriksaan dan perawatan secara rutin juga wajib dilakukan agar kondisi rem tetap prima dan optimal di jalanan.